Minggu, 13 November 2011

SAHABAT DUNIA AKHIRAT

Kita semua pasti punya sahabat. Saat masih anak-anak kemudian beranjak remaja, persahabatan adalah hal yang paling indah. Sahabat menjadi tempat mencurah hati, belajar bersama atau jadi teman menjalani kegiatan dan aktiiti yang kebetulan sama.

Bersama sahabat dunia terasa indah, masalahpun terasa mudah. Saling berbagi dalam suka dan duka. Sahabat yang menyeka air mata dipipi kita saat kita dirundung sedih. Sahabat pula yang mengulurkan bantuan, membantu kita berdiri kembali di saat kita jatuh dalam masalah. Banyak sebuah persahabatan yang berlanjutan sehingga mereka berkeluarga dan hingga usia senja.

Persahabatan juga membawa kita kepada kebaikan namun terdapat juga persahabatan juga membawa kita kepada jalan yang sesat yang akhirnya menjerumuskan kita kepada kehancuran dan penyesalan dikemudian hari.

Dalam Islam telah ajarkan kepada umat agar berhati-hati dalam memilih sahabat dan teman. Sayidina Ali Radiallahu’anha berkata, “Kalau kalian ingin melihat kepribadian seseorang, lihatlah bagaimana teman-temannya.”
Bahkan Rasulullah juga mengingatkan, “Seseorang itu dipengaruhi oleh agama teman-temannya. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dengan siapa kita bergaul.”

Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Hussein bin Ali bin Abi Thalib telah berkata kepada putranya agar berhati-hati dan jangan berteman kepada lima kelompok yaitu
Pertama, berhati-hatilah dan jangan bergaul dengan orang yang berkata dusta. Dia bagaikan bayangan yang mendekatkan engkau dari sesuatu yang jauh dan menjauhkan engkau dari hal yang dekat.
Kedua, berhati-hatilah dan jangan bergaul dengan orang yang fasik, sebab dia akan menjualmu seharga butiran atau lebih rendah dari itu.
Ketiga, berhati-hatilah engkau dan jangan bergaul dengan orang kikir, sebab dia akan menjauhkanmu dari hartanya ketika engkau memerlukannya.
Keempat, berhati-hatilah engkau dan jangan bergaul dengan orang yang dungu, sebab dia ingin mendapat manfaat darimu, tetapi mencelakakanmu.
Kelima, berhati-hatilah dan jangan bergaul dengan orang yang tidak memperhatikan kerabatnya, sebab aku mendapatkannya sebagai orang yang dilaknat Alquran dalam tiga tempat (ayat).
Manusia adalah makhuk sosial, karena itu adalah fitrahnya seorang manusia akan mencari teman dan sahabat, menjalani kehidupan bersama orang-orang yang disayangi dan dicintainya, tetapi sebaik-baiknya persahabatan maka hendaknya pilihlah sahabat yang saling mengingatkan dan saling menasehati dalam kebaikan.

Memilih sahabat bukan berarti membataskan diri dalam pergaulan kemudian menjadi peribadi yang terasing dan sombong, memilih sahabat bukan karena penampilan luarnya tetapi pilihlah teman dan sahabat yang mempunyai hati yang tulus dan jujur.

Pilihlah sahabat karena keimanannya, karena sifat-sifatnya yang baik dan pilihlah sahabat tidak mengajak kepada hal-hal yang buruk. Pilihlah sahabat yang mau mengingatkan di saat kita melakukan hal yang salah dan menyokong di saat kita melakukan hal baik yang bermanfaat. Pilihlah sahabat yang mengajakmu untuk menghargai waktu, menghormati orang tua dan menyayangi keluarga.

Sekiranya timbul keraguan dalam memilih antara sahabat yang membawa kepada jalan yang baik atau sahabat yang terasa menyesatkan langkah. Maka yakinlah, bahwa semakin berilmu maka semakin banyak dugaannya, semakin kita menuju kepada hal-hal yang baik maka semakin berat jalan yang akan kita lalui.

Pandai-pandailah memilih sahabat, agar dia tidak hanya menjadi sahabat sejati di dunia tetapi juga menjadi sahabat di akhirat nanti.

Semoga Allah SWT menunjukkan jalan yang benar dan selalu memberi Hidayah di hati kita semua. Amiin Ya Rabbal 'Aalamiin.

Wassalam.

0 komentar:

Poskan Komentar